Logo

Koperasi Produsen Srikandi Maju Bersama

Koperasi Produsen yang berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui usaha simpan pinjam dan unit usaha kopi.

Toko Online

Produk Kami

Kopi dan produk berkualitas dari koperasi kami

Kopi Lanang Srikandi
Kopi

Kopi Lanang Srikandi

Kopi Lanang Srikandi

Rp 40.000

Beli
Kopi Premium
Kopi

Kopi Premium

Kopi asli lampung, mempunyai ciri khas tersendiri

Rp 30.000

Beli
Kopi Petik Merah
Kopi

Kopi Petik Merah

Rp 50.000

Beli
Kopi Arabica Premium
Kopi

Kopi Arabica Premium

Rp 150.000

Beli

Sejarah Koperasi

Perjalanan kami dalam membangun kesejahteraan bersama

Sejarah berdirinya Kelompok Simpan Usaha (KSU) Srikandi

Sejarah berdirinya Kelompok Simpan Usaha (KSU) Srikandi, yang kini telah bertransformasi menjadi Koperasi Produsen Srikandi Maju Bersama, berakar dari semangat kemandirian perempuan di Pekon Ngarip, Lampung. Berikut adalah urutan sejarahnya berdasarkan sumber yang tersedia:

1. Latar Belakang dan Wilayah
Pekon Ngarip terletak di kaki Gunung Tanggamus, Kecamatan Ulubelu, Lampung. Wilayah ini merupakan sentra kopi robusta yang strategis, namun masyarakatnya menghadapi tantangan ekonomi seperti kebiasaan berutang kepada tengkulak saat masa paceklik.

2. Inisiasi dan Pelatihan (Tahun 2015)
Gagasan pembentukan kelompok ini bermula dari pelatihan dasar-dasar kelembagaan dan administrasi keuangan yang diinisiasi oleh Rumah Kolaborasi (RUKO) dan WWF Indonesia pada tahun 2015. Pelatihan ini bertujuan untuk menguatkan potensi ekonomi warga lokal, khususnya kaum perempuan.

3. Kelahiran KSU Srikandi (2 Agustus 2015)
Setelah pelatihan yang diikuti oleh 31 orang, hanya 18 orang perempuan yang memiliki komitmen kuat untuk membentuk kelompok. Maka, pada tanggal 2 Agustus 2015, resmilah berdiri Kelompok Simpan Usaha (KSU) Srikandi di Pekon Ngarip.
• Modal Awal: Rp9.750.000.
• Tokoh Perintis: Sri Wahyuni (Ketua), Srek Wiyati, dan beberapa pengurus inti lainnya.

4. Pengembangan Unit Usaha Pertama
Pada November 2015, jumlah anggota meningkat menjadi 60 orang. Berdasarkan kesepakatan bersama, unit usaha pertama yang dibentuk adalah pengolahan bubuk kopi. Alasannya adalah karena mereka tinggal di sentra kopi namun selama ini justru membeli bubuk kopi dari luar pekon. Selain itu, KSU ini menerapkan konsep micro-finance untuk mengubah perilaku masyarakat agar gemar menabung saat panen dan tidak bergantung pada tengkulak.

5. Transformasi Menjadi Koperasi Resmi (Tahun 2018)
Kerja keras para pengurus membuahkan hasil dengan semakin kuatnya posisi tawar kelompok. Pada tanggal 20 Februari 2018, KSU Srikandi resmi berbadan hukum dengan nama Koperasi Produsen Srikandi Maju Bersama (Badan Hukum No. 007438/BH/M.KUKM.2/II/2018).

6. Pencapaian dan Pertumbuhan Ekonomi
Koperasi ini terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan:
• Keanggotaan: Dari awalnya hanya 18 orang, berkembang menjadi 200 orang pada akhir 2018, dan mencapai 249 orang pada tahun 2022.
• Keuangan: Omzet dana yang diputar meningkat pesat hingga mendekati Rp1 miliar pada periode 2019/2020.
• Dampak Sosial: Koperasi ini berhasil mendorong gerakan ekonomi berbasis perempuan desa dan menerapkan pola pertanian berkelanjutan (kopi konservasi) yang ramah lingkungan di kaki Gunung Tanggamus.

Hingga saat ini, Koperasi Srikandi telah menjadi potret nyata perempuan berdaya dan mandiri yang mampu menopang ekonomi keluarga sekaligus menjaga kelestarian hutan di wilayah Tanggamus.

Pengurus Koperasi

Tim yang berdedikasi untuk melayani anggota

Sri Wahyuni

Sri Wahyuni

Ketua I

NIK:

I

Indriyani

Ketua II

NIK:

Y

Yuliasih

Sekretaris I

NIK:

S

Sundari Ningrum

Sekretaris II

NIK:

S

Srek Wiyati

Bendahara

NIK:

Kegiatan Koperasi

Aktivitas dan program yang kami jalankan

26 April 2026

Pelatihan

Tim Universitas Saburai mengadakan pelatihan digital marketing, yang dimana peserta pelatihan terdir...

Gedung Graha Universitas Saburai